Menjadi Advokat, adalah salah satu pilihan profesi bagi mahasiswa hukum ataupun alumni fakultas hukum. Namun mahasiswa hukum ataupun alumni fakultas hukum yang memiliki keterampilan justru sangat dibutuhkan oleh berbagai firma hukum.

 

Karena itu tak salah jika pada saat mahasiswa, anda mengikuti berbagai kegiatan ataupun mengembangkan keterampilan termasuk mengasah jiwa kepemimpinan dengan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan ataupun di organisasi kemahasiswaaan.

 

Keterampilan Komunikasi

 

Memiliki kemampuan komunikasi yang baik adalah bekal awal untuk menjadi seorang advokat. Seorang advokat harus mampu menyampaikan komunikasi baik dalam bentuk tertulis ataupun secara verbal.

 

Seorang advokat harus mampu berinteraksi dan bekerja dengan banyak orang, termasuk menjaga hubungan dengan para klien. Advokat juga dituntut untuk mampu menyelesaikan konflik, melayani klien, dan melakukan serangkaian perundingan yang alot.

 

Keterampilan komunikasi akan terbangun, jika anda sejak mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan dan organisasi kemahasiswaan. Kemampuan anda untuk menjelaskan dan kemampuan interpersonal sangat diasah pada saat terlibat dalam berbagai kegiataan kemahasiswaan.

 

Kemampuan analisis dan memecahkan masalah

 

Seorang advokat harus mampu memahami dan melakukan penilaian terhadap berbagai kasus yang dihadapi. Para advokat harus membaca berbagai dokumen dan memahami seluruh dokumen tersebut.

 

Karena itu, seorang advokat harus mampu dan memiliki keterampilan untuk menemukan masalah dan mengetahui masalah yang terjadi. Seorang Advokat juga dituntut untuk mampu menyelesaikan masalah dengan berpikir kritis, logis, dan memiliki solusi yang kuat yang dapat diterima.

 

Kemampuan melakukan penelitian

 

Seorang advokat dituntut untuk mampu melakukan penelitian termasuk melakukan riset peraturan, putusan pengadilan, dan juga berbagai pendapat ahli tentang suatu persoalan hukum tertentu. Advokat dituntut mampu dengan cepat menemukan informasi hukum yang berguna untuk mendukung argumentasi hukum yang sedang dikembangkan.

 

Kemampuan mengelola waktu

 

Seorang advokat umumnya memiliki beban pekerjaan yang tidak ringan dan dituntut untuk dapat menyelesaikan tugas profesionalnya dalam waktu yang singkat. Salah satu keterampilan penting yang wajib dimiliki advokat adalah mengelola waktu dengan beban kerja yang tinggi.

 

Keterampilan mengelola waktu dapat membantu seorang advokat untuk menangani pekerjaan secara lebih efisien dan semakin efisien, maka advokat akan mampu mengambil lebih banyak kasus yang dapat dikerjakan

 

Keterampilan berbisnis

 

Hukum, sebagaimana bidang industry lain, memerlukan strategi tersendiri untuk dapat memasarkan bisnis jasa hukum. Seorang advokat harus mampu mengenali fokus bisnisnya dan bagaimana memasarkan jasa hukum sebagai bisnis inti yang harus dijalani oleh seorang advokat. Tantangan dalam memasarkan jasa hukum adalah Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI) yang melarang advokat beriklan. Karena itu dibutuhkan keterampilan untuk dapat memperkenalkan jasa hukumnya di masyarakat.

 

Kalau anda tertarik menjadi advokat, jangan lupa untuk mengikuti kelas Pendidikan Khusus Profesi Advokat ini