Pernahkah anda bertanya tentang keahlian apa yang harus dimiliki agar seseorang dapat menjadi mediator yang terampil?

 

Sebagai salah satu bentuk penyelesaian sengketa, forum penyelesaian sengketa mediasi dapat menjadi pertimbangan anda untuk menyelesaiakan sengketa. Forum mediasi tidak mempunyai prosedur baku dan persyaratan baku. Mediasi justru memecahkan kebakuan dari berbagai forum penyelesaian sengketa yang lain. Kunci dari keberhasilan mediasi adalah fleksibilitas dan didukung oleh kemauan para pihak untuk menyelesaikan sengketa.

 

Untuk meneyelesaian sengketa secara damai, para pihak yang akan menunjuk pihak ketiga yang netral untuk melakukan serangkaian negosiasi yang disebut sebagai mediator. Secara umum menjadi mediator dapat dilakukan oleh semua orang, namun tidak semua orang dapat menjadi mediator yang terampil. Untuk menjadi mediator yang terampil dibutuhkan kemampuan untuk tetap tenang tanpa terpengaruh berbagai ajakan dari para pihak yang bersengketa.

 

Namun setidaknya seorang mediator yang terampil harus memiliki serangkaian keahlian dibawah ini

 

Pertama, keahlian tentang hukum dan teknis di lapangan.  Untuk memahami persoalan dengan baik seorang mediator harus mampu melakukan serangkaian eksplorasi secara intensif untuk melakukan identifikasi dari persoalan yang terjadi dengan menggali berbagai informasi yang relevan dengan kasus tersebut. Eksplorasi ini memungkinkan mediator untuk mengembangkan alternative penyelesaian yang dapat dilakukan.

 

Kedua kemampuan persuasi dan komunikasi. Seorang mediator harus memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan atau ide yang dapat mengubah persepsi orang lain atas situasi atau proposal tertentu. Selain itu dibutuhkan kemampuan komunikasi yang baik. Pada saat – saat tertentu komunikasi bisa terjadi sangat intensif dan juga kompleks. Karena itu mediator juga harus mampu bertindak sebagai fasilitator  dalam mediasi.

 

Ketiga, kemampuan mengelola amarah. Dalam setiap negosiasi, para pihak umumnya menginginkan hal – hal lebih banyak dari yang bisa didapatkannya. Keinginan ini bisa menimbulkan frustasi dan berujung pada kemarahan. Mediator harus mampu mengatasi amarah sebelum dapat membantu para pihak yang bersengketa dalam mengatasi amarah. Pengelolaan kemampuan mengatasi amarah ini bisa berdampak pada kemampuan para pihak untuk mencapai kesepakatan

 

Keempat, kemampuan merumuskan ulang masalah. Karena sedang dalam sengketa, maka definisi terkuat dari masalah berdasarkan pandangan para pihak adalah kesalahan orang lain. Mediator bertugas untuk membantu para pihak untuk bersikap fleksibel dalam mencari titik temu dan kesepakatan.

 

Kelima, merumuskan alternative penyelesaian. Meski sedang bersengketa, para pihak yang bersengketa pada umumnya membuka kemungkinan penyelesaian. Mediator bertuhas untuk membantu para pihak yang bersengketa untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan penyelesaian, termasuk membantu para pihak untuk memasukkan item-item negosiasi yang sebelumnya diabaikan

 

Anda tertarik mendalami mediasi atau tertarik untuk menjadi mediator tersertifikasi silahkan daftarkan diri anda dalam kelas Pendidikan Mediator Bersertifikat (PMB)