Sabtu, 2 Juli 2022 menjadi hari yang penting bagi 48 bakal calon Advokat baru Indonesia. Karena di hari ini, mereka resmi mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat yang diselenggarakan oleh DPN Peradi bekerjasama dengan Universitas Islam As Syafi’iyah dan ICJR Learning Hub. PKPA yang diadakan pada Juli 2022 sendiri merupakan angkatan ke 12 sejak pertama kali diadakan pada 2018 silam. Di dalam PKPA ini, para peserta akan mendapatkan materi berkaitan dengan hukum baik secara teori maupun keterampilan dari para narasumber yang dihadirkan.

Dibuka secara resmi oleh Irianto Subiakto, Ketua Bidang Pendidikan Khusus Profesi Advokat DPN Peradi. Dalam sambutannya, beliau mengatakan kalau PKPA ini menjadi modal awal bagi seorang calon advokat sebelum nantinya secara langsung menangani perkara hukum di tengah masyarakat. Irianto juga mengingatkan para peserta soal tingkat kehadiran di dalam PKPA, akan dihitung sebagai syarat untuk dapat mengikuti Ujian Profesi Advokat.

Dirinya juga berpesan kepada para peserta PKPA untuk terus mempertahankan nilai kejuangan sebuah profesi advokat. Jangan sampai ketika nantinya sudah disumpah menjadi seorang advokat, orientasi utamanya hanya semata-mata untuk klien. Padahal selain itu, penting juga untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara khususnya di bidang hukum. Lanjutnya, ia memberikan contoh kalau saat ini DPN Peradi terlibat dalam berbagai program reformasi hukum khususnya mendorong munculnya berbagai legislasi baru seperti RUU Hukum Acara Perdata dan RUU Hukum Acara Pidana yang baru.

Pembukaan ini juga turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam As Syafi’iyah, Efridani Lubis. Senada dengan Irianto, dirinya mengatakan kalau mengikuti PKPA adalah syarat yang wajib dipenuhi jika seseorang ingin menjadi advokat. Efridani berharap kalau keikutsertaan dalam PKPA, dapat membuat para calon advokat menjadi pilar penggerak hukum di tengah masyarakat. Selain menjadi penggerak hukum, ia juga mengatakan kalau dengan mengikuti PKPA, maka para calon advokat sudah memiliki modal dasar untuk mengembangkan dan memiliki keterampilan hukum yang memadai baik dalam lingkup nasional maupun di dunia internasional.

Tidak ketinggalan, di dalam pembukaan ini turut juga dihadiri oleh Anggara, Kepala Sekolah ICJR Learning Hub. Anggara mengatakan kalau PKPA yang diselenggarakan oleh ICJR Learning Hub berbeda dengan PKPA di tempat lainnya. Hal yang menjadi pembeda yaitu, karena adanya beberapa materi tambahan yang tidak dapat ditemukan di penyelenggara PKPA yang lain. Adapun materi tambahan yang disampaikan yaitu seputar : Bisnis dan Hak Asasi Manusia, Perlindungan Saksi dan Korban, Sistem Peradilan Anak, dan Legal Service Marketing. Materi-materi tambahan tersebut diberikan kepada para peserta PKPA, dengan harapan dapat menjadi modal dalam mengarungi dunia profesi advokat nantinya. Khusus untuk materi Legal Service Marketing, Anggara menekankan bahwa materi ini penting untuk diketahui oleh seorang advokat. Karena pada dasarnya di Indonesia, seorang advokat tidak dibiayai oleh negara dan harus menghidupi dirinya sendiri. Maka untuk dapat memperkenalkan jasanya kepada masyarakat luas, diperlukan pemahaman terkait dunia marketing.

PKPA angkatan ke–12 ini akan diselenggarakan mulai dari tanggal 2 Juli hingga 24 Juli 2022, setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 09.00-18.30 WIB.